Follow by Email

Selasa, 03 Desember 2013

BAB III -Hakadza Naral Jihad – Jihad ala Al Qoidah

PERSIAPAN UNTUK PERANG DAN MEMBEKALI UMAT UNTUK MEMIKUL BEBAN-BEBAN JIHAD
Risalah ini seperti juga risalah yang terdahulu terdiri dari dua pokok bahasan, yaitu:
·         Berkaitan dengan bagaimana kita mempersiapkan diri untuk menghadapi perang.
·         Bagaimana berkoalisi yang baik dengan umat, membekalinya untuk berperang dan memikul beben-bebannya.(pokok bahasan ini diringkas dalam sub pokok bahasan Agenda Politik)
Pembahasan pertama:
Persiapan untuk berperang
Pada risalah ini kita akan masuk pada sub bagian operasional dan lebih mendalami praktik lapangan. Bagian ini biasanya digemari dan direspon oleh kebanyakan pemuda…. Secara umum akan kupaparkan metode praktek melawan musuh, dengan meletakkan kaki pemuda pada prioritas utama, dan membuka beberapa ide-ide yang bersifat taktik… Dimana para pemuda tidak boleh membatasi diri dengan satu metode saja tetapi hendaknya harus mempelajari prinsip-prinsipnya kemudian mengembangkan improfisasinya dengan berbagai cara.
Sejak dahulu terjadi polemik apakah perang itu seni atau ilmu. Polemik berakhir dengan sebuah kesimpulan bahwa perang adalah ilmu yang bisa dipelajari, memiliki prinsip-prinsip. Dengan mempelajari prinsip-prinsip tersebut seorang komandan yang bertalenta akan semakin bertambah kemahiran dan kepiawiannya dalam mengelola perang. ( Tentu saja komandan ini bukan dari keluarga Suud) Karena ilmu adalah sesuatu yang bisa diupayakan, dan seni adalah pemberian dan rizki dari Allah, semoga Allah merahmati Kholid bin Walid, Mustanna bin Haritsah Asy Syaibani, Qotaz dan Salahudin Al-Ayubi….

BAB II -Hakadza Naral Jihad – Jihad ala Al Qoidah

Bab dua ini terdiri dari dua pokok pembahasan. :

Pertama: Pendahuluan sejarah
Kedua : Definisi musuh dan klasifikasinya

I. Pendahuluan sejarah

Diantara perbedaan yang memprihatinkan adalah gerakan jihad sepakat dengan adanya beberapa musuh namun belum pernah sepakat siapa yang harus diprioritaskan…. dan siapa yang harus ditangguhkan…kecuali pada akhir-akhir ini ketika musuh sudah menyatukan barisannya, tersingkap tirai dan topengnya dan tampak jelaslah wajah-wajahnya kecut
Agar tidak bertele-tele kami mengajak untuk mengenali musuh melalui agenda-agenda mereka yang dilancarkan terhadap kita sejak abad yang lalu kemudian kita akan kembali untuk mengklasifikasikan musuh dan menentukan skala prioritas amal terhadap mereka, berikut siapa yang kita tangguhkan sesuai dengan fase dan tahapannya
Sebelum masuk pada pembahasan ini aku ingatkan satu point penting yaitu membaca sejarah…sejarah …sejarah khususnya para pemimpin gerakan Islam …. Teristimewa sejarah abad yang lalu.

Paparan Ringkas Sejarah Musuh

Hakadza Naral Jihad’ Oleh : hazim al madani Diterjemahkan secara bebas BERJIHAD ALA AL QOIDAH

 Jiwaku terasa tentram menulis 4 risalah seputar masalah ini (sebagai bentuk kesetiaan kepada Allah dan mujahidin). Risalah ini adalah analisa teoritisku terhadap petunjuk pelaksanaan yang sesuai dengan tahapan saat ini dari umur umat islam, dimana isinya sesuai dengan seruan, manhaj dan pemikiran tandzim Al-qoidah dan amirnya Syaikh Usamah bin Ladin, semoga Allah memberkahi mereka dan menjaganya dari setiap keburukan…
Risalah I
Realita gerakan Islam, peran mujahidin dan umat islam
Risalah II
Musuh…Siapa dia… Siapa yang kita prioritaskan dan siapa yang kita tangguhkan (bersikap netral)
Risalah III
Persiapan untuk bergerak dan menyiapkan umat untuk turut serta.
Risalah IV
Jihad

 BAB I

REALITA GERAKAN ISLAM, PERAN MUJAHIDIN DAN UMAT ISLAM

 Umat islam dari timur sampai barat dari utara sampai selatan hidup dalam suasana perubahan dan angin revolusi dan pembebasan… Seluruh umat islam merasakan suasana ini… Dengan seluruh gerakan dan kelompoknya… Adapun gerakan yang paling merindukan angin perubahan dan hawa pembebasan adalah gerakan jihad, yang mana gerakan ini sedang mencium tapak kembalinya Islam bahkan melihatnya datang dan menyakini sepenuhnya ia pasti terjadi sebentar lagi, tidak mustahil.
 Oleh karena itu gerakan Islam harus mewaspadai para makelar revolusi dari golongan orang-orang yang mengaku islam yang selalu melakukan propaganda. Jika kemenangan sudah diperolehnya, mereka akan menelingkung islam dan pemeluknya dari belakang. Entah sudah berapa banyak umat islam harus mengalami hal ini, di Sudan, Mesir, Al-Jazair, Yaman, Yordania sampai Afghonistan… ketika para ikon jihad menghianati darah saudaranya sendiri, para mujahidin, dan berusaha untuk mengaburkan masalah demi menyenangkan keinginan Barat yang tidak pernah ridlo sampai kita mengikuti millah mereka… sebelum munculnya harokah Taliban yang mengembalikan islam dan menjaga/melindungi darah mujahidin yang mengalir Fie Sabilillah.

Senin, 02 Desember 2013

Dimanakah Para Ksatria ??

Segala puji bagi Alloh, yang memuliakan Islam dan pertolongan-Nya. Yang menghinakan kesyirikan dengan kekuatan-Nya. Mengatur semua urusan dengan perintah-Nya. Mengulur batas waktu bagi orang-orang kafir dengan makar-Nya. Yang mempergilirkan hari-hari bagi manusia dengan keadilan-Nya, dan menjadikan hasil akhir sebagai milik orang-orang bertakwa dengan keutamaan-Nya.
Sholawat dan salam terhatur selalu kepada Nabi Muhammad, manusia yang dengan pedangnya Alloh tinggikan menara Islam.
Amma Ba‘du…
Umatku… wahai umat pembawa pedang dan pena…
Mengapakah pedang dan mata pena kalian terpatahkan? Padahal kalian dulu adalah kaum yang mulia di atas bintang gemintang. Mengapa hari ini kalian terjerembab di bawah kaki para agresor dan debu-debu kuda penjajah?
Umatku yang mulia…
Kali ini aku berbicara kepada kalian tentang sebuah masalah yang membuat diriku sedih. Tidakkah kalian dengar desisan ular yang sedang mengendap-endap dalam gelapnya kelalaian kalian? Ia hendak menerkam masa depan kalian..
Umatku yang tercinta…biarkan aku lontarkan perkataan yang tercampur oleh tanahku, tetapi lafadznya meluncur dengan bahasa langit.
Biarkan aku menasehatimu di persimpangan jalan yang sulit. Agar engkau mengetahui dengan jelas akan sebuah petunjuk…agar engkau kumpulkan kembali kekuatanmu…sebab aku khawatir, kita akan menyesal di saat penyesalan tidak lagi berguna.
Sungguh, semua orang, baik yang jauh maupun yang dekat, telah sama-sama mengetahui adanya persekongkolan syetan; yaitu segi tiga kekuatan kafir dan makar di negeri dua aliran sungai (Irak dan sekitarnya):
Pertama: Amerika, si pengusung bendera salib.
Kedua : Orang-orang Kurdi yang tergabung dalam milisi Basymarqoh, yang didukung oleh militer yahudi. Di bawah pimpinan dua boneka AS, Al-Barzânî dan Tholabânî.
Ketiga: Orang-orang Rafidhah (Syiah). Musuh kaum sunni (Ahlussunnah), yang dalam hal ini diwakili oleh pasukan militer bulan purnama (Failiq Badr), dan partai yang Dakwah, yang pada hakikatnya menyeru kepada syetan.
Adapun pimpinan mereka, si pengkhianat, Iyadh Allawi, insya Alloh telah menjadi target anak panah kami.


Hai pengkhianat! Hentikan sendawamu terhadap kami. Hentikan angin perutmu terhadap sesamamu. Lalu tunggulah…. Maka yang terbersit pada wajahmu telah dekat dengan kami, atas izin Alloh. Maka tunggulah malaikat maut ketika dirimu berada di gundukan pasirmu bersama tongkat penyanggamu, yaitu teman-temanmu tukang berkelakar dari kalangan anggota pemerintahanmu.
Jika kamu bersama para pengemban salib, maka kami bersama Alloh yang Maha mengabulkan doa lagi Maha dekat. Dan kamu tidak akan bisa lari dari Alloh di bumi ini, sungguh hari esok sangat dekat bagi orang yang menunggunya.
Umatku….

Selasa, 24 September 2013

SEBAB DILAKUKANNYA IGHTIYALAT

SEBAB-SEBAB IGHTIYALAT
Ightiyalat di era kita sekarang ini, bisa dilakukan 
karena adanya banyak sebab dan 
pemicu, kami akan menyebutkan
sebagiannya. Yang akan kami sebutkan ini
adalah sebab-sebab versi mujahidin,
adapun ightiyalat oleh selain mereka maka
penyebabnya jika dihitung bisa berpuluh-
puluh sebab:

1. Perbuatan zindik, mencela Alloh dan Rosul-
Nya, atau mencaci dan menyakiti keduanya.
Ini boleh dilakukan oleh siapa pun dari
kaum muslimin, pribadi-pribadi.
Sebelumnya telah kami sebutkan perkataan
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahulloh
di dalam dalil kelima, yaitu hadits riwayat
Asy-Sya‘biy dari Aliy bahwasanya ada
seorang wanita yahudi biasa mencela Nabi
SAW dan merendahkan beliau. Maka
seseorang mencekiknya hingga mati,
kemudian Rosululloh SAW membiarkan
darahnya dan tidak mewajibkan diyat,

DEFINISI IGHTIYALAT bag. 1

DEFINISI IGHTIYALAT

Syaikh Faris bin Ahmad Alu Syuwail Az Zahroni (Abu Jandal Al Azdi)
Ightiyalat adalah operasi pembunuhan mendadak terhadap sasaran tertentu yang menjadi lawan, dalam rangka menghentikan kekejamannya terhadap kaum muslimin, atau dalam rangka
menggentarkan orang-orang jahat yang semisal dengannya. Ightiyalat merupakan operasi yang melibatkan sarana militer, tetapi inti utamanya adalah masalah keamanan (security). Ia adalah operasi intelejent (sebuah tim khusus) yang harus dirancang secara sangat teliti dan harus beranggotakan orang-orang berkeahlian khusus, tim ini dibentuk secara khusus dan tidak memiliki kaitan dengan program lain supaya tidak terbongkar.[1]