Follow by Email

Jumat, 03 Oktober 2014

SERUAN SYAIKH ABU MUSH'AB AZZARQSWIEY

Segala puji bagi Alloh, yang
memuliakan Islam dan pertolongan-
Nya. Yang menghinakan kesyirikan
dengan kekuatan-Nya. Mengatur
semua urusan dengan perintah-Nya.
Mengulur batas waktu bagi orang-
orang kafir dengan makar-Nya. Yang
mempergilirkan hari-hari bagi
manusia dengan keadilan-Nya, dan
menjadikan hasil akhir sebagai milik
orang-orang bertakwa dengan
keutamaan-Nya.
Sholawat dan salam terhatur selalu
kepada Nabi Muhammad, manusia
yang dengan pedangnya Alloh
tinggikan menara Islam.
Amma Ba`du…
Wahai umat Islam…
Terimalah sebuah kabar gembira,
sebentar lagi negara Al-Quran akan
lahir. Garis-garis waktu subuh mulai
merekah setelah melalui gelapnya
malam yang panjang, dan setelah
mimpi buruk di kegelapannya dilalui
oleh umat ini sejak awal. Dengan
anugerah dan bimbingan Alloh,
putra-putra terbaik kalian berhasil
mematahkan gempuran Amerika
sekaligus menghancurkan
kesombongannya yang semu.
Kekuatan tiran Amerika yang tak
henti-hentinya memerangi agama
Islam di bumi Irak itu kini tak
ubahnya seperti boneka yang
mempertontonkan keberingasan
“mengerikan” di sana-sini yang
hampir saja terguling hanya dengan
tusukan jarum.
Amerika datang sembari berangan-
angan dan bermimpi untuk disambut
dengan karangan dan taburan
bunga, bak disambutnya para
penakluk budiman. Ia tidak
mengerti kalau “akar Keislaman”
masih menancap kuat dalam lubuk
hati yang paling dalam, di mana tak
seorang pun raja yang bengis atau
penguasa yang keras –apapun
bentuknya—untuk memadamkannya
atau mencabutnya dari dasar jiwa.
Amerika dikejutkan dengan
keberadaan sesosok umat yang
hidup dan pemuda muslim yang
mulai dan punya harga diri, yang
tidak mau dihinakan dan tidak rela
dengan kelaliman. Tidak lama
kemudian, Amerika bertangisan dan
jatuh terjerembab sembari menjilati
luka-lukanya. Baru lah nampak di
hadapannya, ternyata ufuk itu gelap,
dan ternyata umat ini tidak bisa
dikalahkan.
Akhirnya mereka menggunakan cara
lain, yaitu melancarkan makar dan
tipu daya yang mereka memang
sudah ahli dalam hal itu, melalui
kerjasama dengan orang-orang
munafik dan pengkhianat yang
berasal dari orang-orang yang sekulit
dengan kita. Telah dimulai barisan
baru berupa tipu muslihat yang
bertujuan untuk mencabut sumbu
jihad dan memadamkan sumbernya
dari hati orang-orang beriman.
Tentang Pemerintahan “KARZAI-
ISME” :
Sebuah teori pemikiran menuai
respon positif dan keberhasilan
nyata di Afghanistan… maka,
eksperimen ini harus kembali
diulang. Umat Islam di sini, di Irak,
harus kembali ditipu dan dibuatkan
makar baru untuknya, berupa
pemerintahan Irak yang demokratis.
Sungguh, alangkah cepat semua itu
berlalu. Di balik permainan ini,
Amerika menginginkan beberapa
urusan:
Pertama: Menyelamatkan darah
orang Amerika “yang mahal dan
tinggi nilainya”. Tentara Amerika
sendiri telah membuktikan bahwa
mereka adalah makhluk paling
penakut dan lemah, serta menjadi
sasaran “empuk” bagi pedang-
pedang mujahidin. Mujahidin
berhasil “memanen” kepala-kepala
mereka. Tekhnologi mutakhir dan
senjata pemusnah yang cerdik itu
tak mampu melindungi mereka dari
luka-luka. Atas dasar ini, maka
hendaknya yang melindungi mereka
adalah para budak berkulit coklat,
para milisi yang murah harganya,
yaitu yang berasal dari masyarakat
“dunia ketiga”. Mereka dipakai
sebagai tameng untuk Amerika untuk
melindungi dirinya dari serangan-
serangan mujahidin. Mereka juga
harus menjadi pasukan “penyapu
ranjau” dan pasukan terdepan dalam
bertempur melawan umat mereka
sendiri. Sebab mereka lebih mampu
dan dahsyat dan lebih mematikan
dalam berperang melawan
mujahidin. Sementara “si tuan
Amerika” tinggal bersenang-senang
di pangkalan-pangkalan militernya,
jauh dari api peperangan. Lihatlah
Amerika, mereka menggiring ribuan
orang-orang seperti ini untuk
menginjak umat Islam dengan
memberikan imbalan seonggok dunia
dan secuil harta yang –pada aslinya
— mereka curi dari kekayaan dan
kandungan alam negeri yang
dermawan ini juga (Irak).
Kedua: Saksi sejarah dan
pengalaman terkini menunjukkan
bahwa penjajahan “tidak langsung”
merupakan senjata yang lebih efektif
dalam menghadapi umat ini. Jika
tadinya orang kafir asing memimpin
langsung dalam merampok umat dan
merampas harta kekayaannya serta
memperbudaknya, maka sebagai
gantinya sekarang yang melakukan
semua itu hendaknya adalah orang-
orang munafik yang warna kulit dan
logat bahasanya sama dengannya.
Lihatlah negara-negara Arab di
sekeliling kita yang dikendalikan dari
Gedung Putih melalui agen-agen
penghubung yang “sangat tulus”
kepada para majikannya. Mereka
menghinakan umat dan menimpakan
kenistaan dan kerendahan
kepadanya, serta menjualnya di
pasar budak dengan harga yang
murah. Mereka persembahkan putra-
putra umat sebagai korban
penyembelihan “sang majikan”,
Amerika. Dengan demikian,
eksperimen ini harus kembali
diulang di Irak.
Ketiga: Belum lama ini, Collin Powell
dengan terang-terangan
menegaskan, di hadapan sebuah
gerakan organisasi Yahudi, “Perang
kita terhadap Irak adalah untuk
membebaskan Israel dari bahaya
Irak.” Karena ternyata Amerika tak
mampu melakukan tugas ini, maka
mereka mesti melimpahkannya
kepada orang-orang munafik yang
sekulit dengan kita, sebab itu lebih
kuat dan lebih mampu. Bukankah “si
mata satu” Mossa Diyan, dulu
pernah mengatakan, “Negara-negara
Arab itu kedudukannya seperti
anjing-anjing yang menjaga kita.” ?!
Bukankah orang-orang murtad dari
kalangan mereka yang sekulit
dengan kita telah melaksanakan
tugas ini sebaik-baiknya serta
menjaga Israel dengan penjagaan
yang begitu ketat? Lihatlah Iyadh
Allawi, yang telah berjanji, dan kini
bersiap-siap, untuk melaksanakan
tugas yang sama. Maka, diserahkan
sajalah tugas itu kepadanya.
Keempat: Semakin cepatnya daerah
gembala Pemilu gaya Amerika
berkembang, maka harus dibarengi
dengan pencapaian-pencapaian
target –walaupun semu—dari si
penggembala sapi. Demikianlah
semua permasalahan dan masa
depan umat ini diperlakukan, untuk
menjadi sekedar lembaran-lembaran
kertas pemilu di tangan para
penggembala sapi.
Di sini, kami katakan kepada
pemerintahan Amerika dan negara-
negara di dunia yang berada di
belakangnya:
1. Di sini, kami tidak berjihad demi
membela tanah air atau batas-batas
territorial semu negara yang
dihasilkan oleh perjanjian Sieksy-
Piccot. Kami juga tidak berjihad
dengan tujuan agar thoghut Arab
menempati posisi thoghut Barat.
Akan tetapi jihad kami lebih tinggi
dan lebih luhur, kami berjihad agar
kalimat Alloh menjadi yang
tertinggi dan agama seluruhnya
menjadi milik Alloh : “Dan
perangilah mereka sampai tidak ada
lagi fitnah dan agama itu seluruhnya
menjadi milik Alloh.” Dan siapa saja
yang melawan tujuan kami ini dan
menghadang di atas jalan menuju
tujuan tersebut, maka ia menjadi
sasaran pedang-pedang kami –
siapapun namanya dan setinggi
apapun nasab keturunannya—.
Sesungguhnya, kami memiliki agama
yang diturunkan oleh Alloh sebagai
neraca penilai dan pemutus hukum,
kata-katanya adalah pemutus, dan
hukumnya bukanlah main-main.
Itulah nasab hakiki yang
menghubungkan antara kami dan
manusia lain. Dengan memuji Alloh,
sesungguhnya neraca-neraca penilai
kami berdasarkan ajaran langit,
hukum-hukum kami berdasarkan Al-
Quran, dan keputusan-keputusan
kami berdasarkan petunjuk Nabi.
Seorang Amerika yang muslim adalah
saudara yang kami cintai, sementara
orang Arab yang kafir adalah musuh
yang kami benci, walau pun kami
dan dia berasal dari rahim yang
sama.
2. Setiap muslim adalah saudara
yang akan kami bela dan lindungi.
Dan hendaknya setiap umat Islam di
manapun ia berada mengetahui
bahwa kami belum –dan tidak akan
pernah—berani membunuh seorang
muslim yang darahnya terlindungi,
atau menumpahkan darah yang
haram. Itu mustahil dan tidak akan
pernah mungkin kami lakukan.
3. Telah berlalu bagi umat ini masa
menyusu kepada kehinaan dan
kerendahan. Telah berlalu pula
masa di mana masa depannya yang
dijanjikan dicuri oleh tangan-tangan
kaum munafik yang sekulit dengan
kita. Di masa lampau, umat telah
mengorbankan segala yang mahal
maupun yang murah, mereka
berperang, bertanding, dan berjihad
melawan orang kafir penjajah, akan
tetapi tanpa disadari dan dengan
begitu polosnya, tanpa sedikitpun
terdapat rasa cemburu, mereka
mengizinkan kaum oportunis
munafik untuk menerima tampuk
kekuasaan dan menempati posisi
kepemimpinan. Akibatnya mereka
memberlakukan umat Islam dengan
perlakuan yang orang kafir asing
sekalipun tidak mampu
melakukannya walau hanya sebagian
kecil. Pengalaman pahit ini
senantiasa hadir dalam benak kami
dan tergambar di depan mata kami.
Dan kami tidak akan pernah
membiarkan itu terulang kembali,
dengan izin Alloh.
Dengan memuji Alloh, putra-putra
terbaik kalian berhasil
menghidupkan kembali fiqih
(pemahaman) para pendahulu kita
yang sholeh (salafus sholeh) dalam
memerangi kelompok-kelompok yang
murtad, dan berhasil melaksanakan
hukum Alloh terhadap orang-orang
murtad dan menolak untuk
melaksanakan syariat-syariat Alloh.
Dan jihad kami akan terus berlanjut,
tidak memilah antara orang kafir
barat atau orang murtad arab,
sampai khilafah islamiyah kembali ke
muka bumi atau kami binasa
karenanya.
4. Adapun kamu, hai yang menjadi
tentara dan polisi; sadarlah bahwa
engkau telah mengulang kejahatan-
kejahatan yang sama dengan
sebelumnya. Sebelum ini, kalian
telah rela menjadi “sepatu” bagi si
thoghut Saddam Husein, yang ia
pakai untuk menginjak kemuliaan
dan kehormatan umat Islam.
Denganmu lah ia menteror
keamanan masyarakat, dan dengan
senjatamu lah ia membunuhi rakyat
tak berdosa. Kisah yang terus
berulang ini selalu kita temui di
mana pun kita melihat sepanjang
sejarah dunia Islam; para tirani yang
zalim menyiksa dan menghinakan
umat yang lemah. Semua itu melalui
kamu, wahai tentara.
Adapun kami, kami tidak akan
pernah membiarkan kalian
menghancurkan harapan-harapan
kami pada jihad penuh berkah ini.
Kami tidak akan mengizinkan kamu
menguasai masa depan cemerlang
kami, di mana tanda-tanda awal
kehadirannya mulai muncul di ufuk.
Kami telah menghukumi kamu
dengan hukum Al-Quran:
“Sesungguhnya Firaun, Haman, dan
pasukan keduanya itu adalah orang-
orang yang keliru.” Dan kami akan
coba berlakukan kepada kalian
ketentuan ilahi: “Maka Kami siksa
Firaun dan bala tentaranya, lalu
Kami campakkan mereka di lautan…”
5. Setiap kali aku teringat saudari-
saudari kami yang tadinya bebas kini
di penjara kaum salibis, dan setiap
kali terlintas pada pandanganku foto
seorang wanita yang kehilangan
anaknya yang dipaksa untuk
menenggak gelas yang dipenuhi air
mani para penyembah salib, maka
seolah-olah bumi ini mengguncang
diriku. Dan aku berjanji kepada
Alloh untuk membalasnya kepada
setiap tangan yang ikut andil dalam
melakukan persekongkolan ini.
Aku menangis karena wanita-wanita
itu, celakalah ia…
Ia digiring ke pengasuhan-
pengasuhan hina dari orang-orang
jahat…
Kemarin kalian masih bebas…
dan Tiada satu pun tangan yang
berani mendekat, jauh sejauh
bintang di langit…
Dan hari ini, kita merasakan menjadi
tawanan…
Mereka merasakan kehinaannya…
Lalu mereka menangis dengan
tangisan budak, seperti pohon
`Andam…
Dan aku tak habis-habisnya merasa
keheranan, bagaimana mungkin
seorang muslim yang bebas yang di
dalam dirinya masih ada agama,
sementara ia melihat kehinaan
seperti ini, masih rela untuk menjadi
tentara para penyembah salib itu,
atau menjadi polisinya orang-orang
kafir itu?! Sudah hilangkah perasaan
dalam diri mereka, sudah
terlepaskah mereka dari agama
mereka?! Sungguh kami telah
berjanji kepada Alloh dan kami
mengambil sumpah yang besar pada
diri kami, untuk tidak bersikap lunak
dan mundur sampai kami berhasil
menyelamatkan wanita-wanita itu
dan kami membalas dendam
terhadap kehormatan yang diperkosa
dan harga diri yang dijatuhkan.
6. Adapun kamu, wahai Iyadh
Allawi…maaf, wahai tuan perdana
menteri “yang terpilih secara
demokratis”; sesungguhnya kami
telah siapkan untukmu racun
mematikan dan pedang yang siap
memenggal, kami juga telah penuhi
untukmu gelas yang menyeruakkan
semerbak dan aroma kematian. Kamu
telah berhasil lolos berkali-kali –
tanpa kau sadari— dari ranjau yang
telah ditepatkan dan kami pasang
untukmu. Akan tetapi, kami berjanji
kepadamu untuk menyelesaikan
langkah hingga akhirnya. Kami tidak
akan merasa letih atau bosan
sampai kami “minumkan” kepadamu
gelas yang telah kami minumkan
kepada Izzuddin Salim, atau kami
yang binasa karenanya. Karena
kalian adalah symbol-simbol
kejahatan, pentolan-pentolan
kekafiran, dan symbol pengkhianatan
serta kehinaan. Kalian adalah orang-
orang munafik, “…mereka itu pada
hakikatnya adalah musuh, maka
waspadailah mereka. Semoga Alloh
binasakan mereka, bagaimana bisa
mereka terpaling.”
7. Waspadalah…sekali lagi
waspadalah dari sebuah makar
besar, yang disusun oleh Amerika
bersama “Karzai” Irak yang baru,
yang bertujuan untuk mencuri
kemenangan yang dihasilkan oleh
putra-putra kalian di Fallujah. Bukan
rahasia lagi bagi kalian, bahwa
Amerika telah menyiapkan penjara-
penjara militer yang besar, ia berniat
menghinakan semua lelaki Fallujah
dan memperkosa kehormatan-
kehormatan mereka karena ingin
membalas dendam dari
kehormatannya yang diinjak-injak di
gerbang pintu masuk kota tersebut.
Akan tetapi, mereka dikagetkan –ini
berdasarkan kesaksian para
komandan dan pemimpin mereka
sendiri—dengan keberanian dan
kepahlawanan yang sulit dicari
kesamaannya dalam sejarah. Maka
melesetlah panah mereka, dan
kekuatan mereka mundur dalam
keadaan hina. Maka semakin besar
saja kedengkian dan kemarahan
mereka. Lalu mereka memutuskan
untuk “menculik” rasa senang dari
kemenangan itu, tapi dengan
bekerjasama dengan orang-orang
murtad yang sekulit dengan kami,
demikian juga –yang menyedihkan—
dengan beberapa tetua kabilah yang
telah terlepas dari agamanya,
dengan alasan karena diriku ada di
Fallujah. Padahal asumsi mereka itu
dusta. Orang-orang dungu itu tak
tahu bahwa aku berjalan-jalan
dengan leluasa di negeri Irak –
dengan anugerah Alloh—.
Aku bisa bertamu ke tempat kerabat
dan saudara-saudaraku di seluruh
penjuru negeri ini. Sebenarnya,
semua yang mereka lakukan
hanyalah alasan untuk melakukan
balas dendam. Hendaknya kalian
selalu waspada, mata kalian
mengarah kepada musuh sementara
jari-jari kalian berada pada pelatuk
senapan, “dan Alloh tidak akan
menyia-nyiakan amal-amal kalian.”
8. Adapun engkau, wahai umatku
tercinta; menurutku tidak ada lagi
ada orang yang masih berakal yang
mempercayai kebohongan sistem
demokrasi yang sering dijanji-
janjikan, setelah terdengarnya
“jeritan-jeritan penjara Gharib” dan
skandal pelecehan yang menimpa
tahanan di Guantanamo. Dan hanya
kepada Alloh kami mengadukan
sikap diam dan tak mau membantu
yang mengherankan dari umat ini –
ulamanya, dai-dainya, mau pun
orang-orang awamnya—. Ada apa
sebenarnya dengan dirimu, wahai
Umat Islam! Apakah kamu rela
berlama-lama dalam kehinaan dan
takluk dalam kenestapaan?! Ketidak
pedulian dan sikap “masa bodoh”
ini…sampai kapan?
Adapun kalian wahai ulama-ulama
penguasa, mengapakah tidak kalian
keluarkan fatwa untuk memanjatkan
doa qunut demi melawan Amerika
seperti ketika kalian keluarkan fatwa
untuk memanjatkan doa guna
melawan para mujahidin di Jazirah
Muhammad Shollallohu `alaihi wa
Sallam? Sungguh kalian telah
mengingatkan kami –dengan fatwa
yang kalian keluarkan tersebut—
mengenai kelakuan Bal`am bin
Ba`uro`, ketika ia dibujuk oleh
kaumnya agar mendoakan
kehancuran Nabi Musa `Alaihi `s-
Salam. Mereka terus membujuknya
sehingga akhirnya ia pun
memanjatkan doa tersebut. Akhirnya
Alloh menghukumnya –karena ia
mengetahui ilmu tentang ayat-ayat
Alloh— dengan menjadikan lidahnya
senantiasa terjulur. Kami juga
memohon kepada Alloh Subhanahu
wa Ta`ala agar memperlakukan
kalian dengan tindakan yang sama.
Karena kalian telah mengikuti
langkah dan jejaknya.
Wahai umat Islam…
Kita tidak membutuhkan pelajaran
mengenai arti-arti kebebasan mau
pun tekhnik-tekhnik pemerintahan
dari para “penggembala sapi”;
sungguh Alloh telah cukupkan kita
dengan Al-Quran dan Sunnah Nabi –
sholawat dan salam semoga tercurah
kepada beliau. “Tidakkah cukup bagi
mereka, bahwa Kami telah
menurunkan Kitab (Al-Quran) yang
dibacakan kepada mereka…?” Benar,
demi Alloh, Alloh telah mencukupi
dan memberi kesembuhan… Benar,
demi Alloh, Alloh telah mencukupi
dan memberi kesembuhan.
Dan terimalah kabar gembira yang
akan membuatmu senang, wahai
umat Islam, dengan pertolongan
Alloh tanda-tanda awal datangnya
kemenangan telah mulai datang.
Kedepan, bakal berlangsung baku
serang dan duel antara kita dengan
orang-orang kafir dan murtad. Dan
Alloh Maha memenangkan urusan-
Nya, akan tetapi kebanyakan
manusia tidak mengetahui.
Dan segala puji hanya milik Alloh
robb semesta Alam.
Abu Mus’ab Al-Zarqawi
sumber : Situs Jihad Al-Qo’idun

Selasa, 03 Desember 2013

BAB III -Hakadza Naral Jihad – Jihad ala Al Qoidah

PERSIAPAN UNTUK PERANG DAN MEMBEKALI UMAT UNTUK MEMIKUL BEBAN-BEBAN JIHAD
Risalah ini seperti juga risalah yang terdahulu terdiri dari dua pokok bahasan, yaitu:
·         Berkaitan dengan bagaimana kita mempersiapkan diri untuk menghadapi perang.
·         Bagaimana berkoalisi yang baik dengan umat, membekalinya untuk berperang dan memikul beben-bebannya.(pokok bahasan ini diringkas dalam sub pokok bahasan Agenda Politik)
Pembahasan pertama:
Persiapan untuk berperang
Pada risalah ini kita akan masuk pada sub bagian operasional dan lebih mendalami praktik lapangan. Bagian ini biasanya digemari dan direspon oleh kebanyakan pemuda…. Secara umum akan kupaparkan metode praktek melawan musuh, dengan meletakkan kaki pemuda pada prioritas utama, dan membuka beberapa ide-ide yang bersifat taktik… Dimana para pemuda tidak boleh membatasi diri dengan satu metode saja tetapi hendaknya harus mempelajari prinsip-prinsipnya kemudian mengembangkan improfisasinya dengan berbagai cara.
Sejak dahulu terjadi polemik apakah perang itu seni atau ilmu. Polemik berakhir dengan sebuah kesimpulan bahwa perang adalah ilmu yang bisa dipelajari, memiliki prinsip-prinsip. Dengan mempelajari prinsip-prinsip tersebut seorang komandan yang bertalenta akan semakin bertambah kemahiran dan kepiawiannya dalam mengelola perang. ( Tentu saja komandan ini bukan dari keluarga Suud) Karena ilmu adalah sesuatu yang bisa diupayakan, dan seni adalah pemberian dan rizki dari Allah, semoga Allah merahmati Kholid bin Walid, Mustanna bin Haritsah Asy Syaibani, Qotaz dan Salahudin Al-Ayubi….

I'dad mencakup tiga sendi : politik, intelejen dan militer.
Catatan :
·         Ketika aku sebutkan kata "politik" harus dipahami dari sudut pandang yang telah dijelaskan.
·         I'dad untuk jihad fardlu 'ain, berdosa orang yang meninggalkannya.
Bagian Pertama: I'dad politik, memiliki dua sisi
Sisi pertama : I'dad akal, I'dad ini akan sempurna dengan I'dad fikri, yang bergantung pada dua aspek, aqidah dan realita (waqi').
Aspek Aqidah , hal tersebut sempurna dengan mengembalikan pondasi Islam di dalam akal dan hati para pemuda, dengan begitu mereka tahu apa yang di tuntut oleh agama dari mereka dan apa imbalan yang akan di terimanya.
Kita hidup di tengah-tengah umat yang butuh penancapan kembali pondasi baru, bukan da'wah baru seperti yang dikatakan oleh sebagian tokoh. Penanaman pondasi ini berkaitan dengan aqidah dan hakekat la ilaha illallah, hakekat tauhid, keesaan Allah dalam hak ibadah dari seluruh makhluk dan keesaan Allah dalam hal membuat hukum …….juga hakekat ittiba'rasul dan konsistensi dalam mengikuti manhajnya
Diantaranya adalah iman kepada hal-hal yang ghoib……Rasulullah SAW telah mensibghoh (mewarnai) akal dan hati orang-orang yang beriman kala itu bahwa mereka membawa panji risalah… dakwah….. jihad….. sebagai gantinya adalah surga…..yang jawabannya adalah …..kita tidak akan membatalkan dan tidak minta untuk dibatalkan.
Diantaranya adalah kewarganegaraan yang mengikat mereka, yaitu kewarganegaraan aqidah yang di dalamnya sama kedudukan antara orang Arab dan India, orang Afghan dan orang Pakistan, orang Afrika dan orang Malaysia dan semua negara dan warna kulit di bawah satu bendera la ilaha illallah, yang tidak membedakan antara orang Teluk dan orang Syam, antara orang Mesir dan orang Irak, antara orang Maroko dan orang India…….Rabbnya satu….. manhajnya satu…… dan umat yang satu…..
Diantaranya adalah keniscayaan Islam sebagai wahana perubahan peradaban….karena Islam adalah satu-satunya sistem politik yang sempurna, unik, modern dan selalu selaras dengan perkembangan jaman. Sistem yang datang mengajak mengesakan Allah dalam ibadah dan berhukum… Islam adalah sistem yang agung lagi kuat…. Menolak kesyirikan dalam ibadah dan sekutu dalam berhukum… Wala'nya satu karenanya tidak menerima wala' apapun selainnya… Yang tidak mengenal tambal sulam, tidak menerima berbilangnya partai dan pembagian kekuasaan…. Tidak didapati padanya oposisi politik yang ada hanyalah nasehat robbaniyah…bukan termasuk sistemnya bergabung dengan sembarang pemikiran dipertengahan jalan…. Sekali-kali tidak….Karena Islam dan selainnya berseberangan jalan… Ketika kita melenceng satu langkah saja kita telah kehilangan system ini seluruhnya dan kehilangan jalan.
Adapun aspek memahami waqi' (realita), harus dengan memahami beberapa perkara, menela'ahnya dan memahaminya dengan pemahaman yang mendalam… Yaitu perjalanan yang telah dilalui oleh umat berupa perpecahan, perselisihan, persengketaan dan keterpurukan… Berkuasanya kaki tangan musuh atas umat… Kondisi lemah yang dialami militernya… Pengintaian musuh terhadapnya…..bahkan telah berlalu fase pengintaian dan masuk fase penyerangan…..Kejadian-kejadian dasyat yang dialami umat saat ini…. Optimismenya bersama Palestina, Afghanistan, Somalia, Checya dan Irak… Pengaruh yang ditinggalkan oleh amaliyat Al-Qaidah berupa mengembalikan kembali pondasi umat, menggembalikan irodah taghyiriyah umat (kemauan untuk mengadakan perubahan), rasa percaya diri menghadapi musuh dan merasakan lezatnya kemenangan.…. Suasana ini adalah suasana perubahan dan hawa ini adalah hawa kemenangan dan kemapanan (tamkin).
Dengan kata lain kita harus mengenali diri kita dan musuh kita… Untuk hal tersebut kita mesti mengalokasikan waktu dan kesungguhan…..Untuk memahami kemampuan kita dan musuh, perlu pengkajian yang lebih dari cukup…..kemudian dari sini kita bangun strategi dan langkah perubahan (politis dan jihadi) sesuai dengan input praktis yang lalu, yaitu (siapa kita dan siapa musuh kita, siapa yang bersama kita dan siapa yang netral). Kita kaji hal tersebut secara mendalam dengan pijakan kita yang Islami, tawakkal kita yang baik kepada Rabb dan keyakinan kita akan ketentuanNya…..pemahaman kita terhadap hikmah dan sunah-sunahNya yang tidak akan pernah berubah…..agar ada output praktisnya yaitu bagaimana kita bergerak dan berjihad. Jika kita memahami hal ini Allah akan memberikan taufiq kepada kita untuk meraih kemenangan. Firman Allah:
Aku memahami … Hendaknya semua anak-anak revolusi dan alumni muaskar Al-Faruq juga setiap orang yang bergabung dengan Islam juga memahami sepertiku bahwa tanpa strategi ini lautan darah akan tertumpah … karena baju kemulyaan, benangnya tidak dipintal kecuali dengan darah.
Sisi Kedua: Agenda politik
Agar tidak berpanjang lebar, kita langsung masuk pada dua langkah politik untuk menyiapkan umat, yaitu :
Langkah pertama :Memompa (menaikan) moral dan mental umat, hal ini di lakukan dengan menerapkan langkah-langkah berikut:
·         Membatasi isu peperangan, membuat pemicu, target dan tujuan yang jelas yang bisa dijadikan dalih bahwa perang sah di laakukaan di mata umat, dan memobilisasi umat untuk turut berperang, sampai melakukan istisyhadiyah jika diperlukan.
Selama kurun 30 tahun yang lalu, kunci atau isu peperangan itu jarang sekali….harakah jihadiyah lahir dan merangkak tanpa pengalaman dan experimen….adapun hari ini harakah jihadiyah telah matang secara umur dan akalnya….telah menyelami beberapa pertempuiran dan experiment jihad, sehingga berhasil memperoleh pengalaman, ilmu dan pengetahuan yang memadai tentang medan yang sebenarnya.
Pemicu perang dan isu yang bisa kita tawarkan amatlah banyak, antaranya :
    1. Serangan kaum salib terhadap daulah khilafah yang bertujuan untuk memecah belah umat, memperbudaknya dan merampok hasil alamnya
    2. Membebaskan tempat-tempat suci umat Islam (masjidil aqsha yang diduduki yahudi dan masjidil haran yang diduduki amerika)
    3. Serangan Amerika terhadap Afghanistan
    4. Serangan Amerika terhadap bangsa Irak dan pembunuhan masal yang di lakukannya
    5. Mengeluarkan orang-orang musyrikin dari jazirah arab
    6. Dan yang tetap terhitung sebagai isu yang paling kuat adalah mengembalikan dinullah di muka bumi.
    7. Musuh telah mengumumkan perang salib dengan sangat jelasnya. Mereka bergerak mengusung isu yang menyatukan seluruh bangsa kafir internasional berikut rakyatnya, yaitu : perang melawan terorisme, menyelamatkan perekonomian dunia dan menyiapkan medan armagedon. Dengan isu ini mereka berhasil mengumpulkan dana orang-orang yang ketakutan kehilangan dunianya, yang rakus terhadap kekayaan yang dimiliki orang lain dan mampu menghasung orang-orang binasa lagi sesat dalam memahami nubuwat taurat, sangat berhasrat untuk menuai sukses dengan melakukan beberapa langkah yang terpenting adalah:
      1. Memadamkan cahaya Islam yang sedang merekah.
      2. Menyelamatkan ekonomi dengan menguasai minyak arab dan sumber daya alamnya.
      3. Mendirikan israel raya dan menyiapkan kembalinya tuhan dan menyiapkan medan armagedon.
      4. Melucuti senjata umat dan mengubahnya menjadi sekawanan budak yang bekerja di sawah…kebun…pabrik…ladang minyak tuannya sesuai dengan kemauan tuan tersebut.
      5. Membuat skets baru terhadap peta tanah arab.
·         Menciptakan suasana iman dalam medan perang, hal ini dengan melakukan langkah-langkah berikut :
    1. Menjelaskan kepada umat di semua tingkatannya siapa musuh kita dan apa kemauannya
    2. Menegaskan kembali peran umat dalam melawan musuh-musuhnya (Tarikh Islam yang lampau dan baru terbuka untuk dijadikan contoh)
    3. Membuat system pembelajaran bagi umat, yakni memahami politik, intelijen dan militer agar menyatukan gerak langkahnya.
    4. Berusaha untuk mengarahkan semangat pemuda bukan memotongnya
    5. Menyebarkan apa saja yang mengangkat ruh ma'nawiyah tanpa berlebihan dan menyepelekan.
    6. Jihad fie sabilillah, dengan jalan, kita berusaha menjadi pioner dan teladan
    7. Memberikan arahan dan support khusus kepada tentara-tentara Islam agar menjalankan perannya yang diharapkan.
·         Melawan perang urat saraf yang dilancarkan oleh musuh kepada umat untuk memecahnya dan menanamkan permusuhan sesamanya… Menggoncang dan merontokkan cita-cita untuk menang dengan tujuan mencabut kemauan perangnya dan mengalahkannya secara moral sebelum dimulai perang. Para mujahidin fie sabilillah harus menyelami perang media melalui lembaran-lembaran Koran, majalah dan internet. Dan disetiap mimbar dan majelis untuk menghancurkan subhat dengan hujjah…. Keraguan dengan yakin… mereka juga harus mampu membatalkan kebatilan orang)orang batil …. Kebohongan para penipu… Dan gembosan para penggembos… Firman Allah Q.S an nisa':84
https://images-blogger-opensocial.googleusercontent.com/gadgets/proxy?url=http%3A%2F%2F1.bp.blogspot.com%2F_dEFdbW_7C-I%2FSj7_gguWKuI%2FAAAAAAAAAGk%2FwXdNXaZxqIw%2Fs400%2Frumahjihad_59.gif&container=blogger&gadget=a&rewriteMime=image%2F*
[--- 4:84. Maka berperanglah kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri[324]. Kobarkanlah semangat Para mukmin (untuk berperang). Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Allah Amat besar kekuatan dan Amat keras siksaan(Nya).
[324] Perintah berperang itu harus dilakukan oleh Nabi Muhammad s.a.w karena yang dibebani adalah diri beliau sendiri. ayat ini berhubungan dengan keengganan sebagian besar orang Madinah untuk ikut berperang bersama Nabi ke Badar Shughra. Maka turunlah ayat ini yang memerintahkan supaya Nabi Muhammad s.a.w. pergi berperang walaupun sendirian saja.--- ]
Langkah kedua: Mempersenjatai umat dan bergerak melawan musuh melalui umat yang bersenjata yang bergerak dari seluruh penjuru.
Hal ini dilakukan dengan langkah-langkah berikut:
·         Seruan kepada umat untuk mempersenjatai diri.
·         Seruan ini harus didahului pembentukan kelompok-kelompok jihad kecil dari pemuda umat
·         Memperluas wilayah pertempuran
·         Membiasakan dan memetik buah amal siyasi yang positif (seperti: Demonstrasi, pemogokan, mu'tamar-mu'tamar, pemutaran kaset-kaset video, CD, nasyid-nasyid, mimbar-mimbar masjid dan seterusnya)
·         Contoh pertempuran jama'i yang dilakukan oleh umat. Akan mengatasi kesulitan pendanaan
·         Sebagaaimana point diatas akan megatasi kesulitan idaroh (menejemen pengelolaan)
·         Memperluas daerah target operasi, Agar semakin memusingkan dan memecah perhatian musuh.
Bagian Kedua :I'dad Intelijen, juga memiliki dua sisi
Sisi pertama:I'dad Aqoidi
Hal ini berkaitan dengan pembangunan aqidah personal dengan bangunan islam yang kuat…..kita telah membahasnya pada sisi politik, kita tambahkan di sini untuk menyempurnakan pembentengan personal menghadapi beberapa arus pemikiran dan syubhat-syubhat syar'i…..sehingga hal ini akan menjaga personal agar tidak terjatuh pada perubahan fikrah yang timbul dari pengaruh-pengaruh dari luar baik pengaruh propaganda persekongkolan zionis salibis ataupun tipu daya penguasa yang bekerja di bawah panji Bal'am Bin Ba'ura
Sisi kedua: I'dad Haraki
Yaitu keterampilan-keterampilan intelijen yang diterapkan untuk membentengi personal agar tidak jatuh ke tangan polisi di tengah-tengah pelaksanaan amal jihadnya. Seorang personel mujahid harus mengupayakan hal ini agar menjadi karakter yang tidak terpisahkan dari dirinya. Keterampilan-keterampilan di atas berbentuk sekumpulan item yang berkaitan dengan bagaimana mengamankan hal-hal berikut: perkumpulan, pergerakan, komunikasi, randis vous, bunker, rumah rahasia, reecy dan survey, ijtima', pertemuan, kotak pos rahasia, tahqiq, tajnid, escape, intelijen dan menejemen amaliyat. Dari hasil praktek lapangan, dapat kukatakan pada kalian tidak cukup engkau berkata bahwa aku telah membaca semuanya, akan tetapi wajib bagimu di tengah-tengah tadrib dan belajar, untuk bertanya agar engkau dapat memahaminya dengan benar apa yang dimaksudkan serta apa yang terpenting untuk dipraktekan agar menjadi karakter yang tak terpisahkan dari dirimu…..aku ulangi sekali lagi wajib bagimu untuk membiasakan mempraktekanya agar menjadi karakter yang tak terpisahkan dari dirimu……aku ulangi sekali lagi wajib bagimu untuk membiasakan mempraktekanya agar menjadi karakter yang tak terpisahkan dari dirimu……..adapun terlalu banyak membaca tanpa diimbangi dengan praktek akibatnya sangat buruk. Bagi setiap personel yang ingin membawa silah di kota-kota harus melaksanakan daurah dan tadrib intelijen …..tadrib intelijen tidak membutuhkan muaskar bahkan cukup berlatih dalam rumah-rumah kita (indoor)….. membawa silah dan menyimpannya harus mengikuti tertib intelijen yang sangat teliti dan kepekaan yang tinggi.
Kepada para ikhwan di sini aku anjurkan untuk mempelajari dua kitab, mudzakaratul amni milik tandzim al-qaidah, buku ini sangat bermutu dan lengkap. Kalau tidak ada, boleh membaca bab intelijen dari buku mausuah jihad afghan. Aku mengangankan kalau sekiranya ada ikhwan yang mau meluangkan waktunya untuk menulis dan meringkas tulisan yang tebal ini pada program word sehingga mudah untuk diperoleh dan mudah untuk menambahkan hal-hal yang perlu bagi para pemuda pada fase ini dalam bentuk ringkasan. Bila kita telah membentengi personel baik secara aqidah maupun harakahnya berarti kita telah memakaikan pada dirinya tameng yang aman . Dengan tameng ini seorang personal bergerak menuju mata rantai yang kuat lagi kokoh yang mustahil bisa di lubangi, jiwanya menjadi baik dan tidak mungkin mati syahid tanpa aqidahnya. Firman Allah
https://images-blogger-opensocial.googleusercontent.com/gadgets/proxy?url=http%3A%2F%2F1.bp.blogspot.com%2F_dEFdbW_7C-I%2FSj7_gyTNjrI%2FAAAAAAAAAGs%2FV9mah-pILkU%2Fs400%2Frumahjihad_60.gif&container=blogger&gadget=a&rewriteMime=image%2F*
[ --- 6 : 28. tetapi (sebenarnya) telah nyata bagi mereka kejahatan yang mereka dahulu selalu menyembunyikannya[466]. Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentulah mereka kembali kepada apa yang mereka telah dilarang mengerjakannya. dan Sesungguhnya mereka itu adalah pendusta belaka.
[466] Maksudnya: mereka sebenarnya tidak bercita-cita ingin dikembalikan ke dunia untuk beriman kepada Allah, tetapi Perkataan itu semata-mata diucapkan karena melihat kedahsyatan neraka. ---- ]
Ketika harakah jihadiyah bergerak di daerah perkotaan dan di bawah kekuasaan pemerintah sekuler……amaliyat dilaksanakan di bawah binmbingan sisi intelijen, dari titik tolaknya tidak boleh melampaui teori-teorinya….kalau tidak harakah jihadiyah tersebut akan menghadapi serbuan penguasa
Adapun ketika harakah jihadiyah bergerak di daerah yang bebas maka kendali amaliyat tunduk pada sisi askari (militer) dan tahapan taktiknya dengan tidak boleh melupakan sisi intelijen.
Ketiga: I'dad askari (militer) .
Wudlu untuk sholat…. I'dad untuk jihad…. Perkara penting yang harus dikerjakan selama kita mempunyai waktu(sangat disayangkan waktu yang tersisa untuk perang berkurang dengan sangat cepat, perang akan di mulai pada bulan pebruari yang akan datang atau sebentar setelahnya) oleh karenanya kita wajib menyempurnakan tadrib dan I'dad untuk menyambut peperangan…….Kita akan sama-sama mendalami beberapa pembahasan yang berkaitan dengan I'dad dan persiapan militer:
·         Tadrib Askari Takhosus (spesialis)
·         Kepemilikan Silah dan amunisi berikut penyimpanannya
·         Pembentukan Skuad-skuad kecil
PERTAMA: TADRIB ASKARI TAKHOSUSI (SPESIALIS)
Point ini berkaitan dengan tiga perkara pokok, yaitu:
·         Keterampilan menggunakan silah
·         Menciptakan kemahiran yang sesuai dengan tiap-tiap ground (medan)
·         Kemampuan untuk mengelola amaliyat
·         Ketrampilan menggunakan silah
Ini adalah fase setelah tadrib askari dasar dilewati, didalam tadrib askari dasar, seorang prajurit belajar mengenali silahnya dan menggunakannya untuk pertama kalinya. Sedangkan pada fase ini,. seorang mujahid hidup dengan silahnya sesuai dengan taktik-taktik infantri yang telah dipelajari, bersamaan dengan itu ia mengasah ketrampilan perangnya dalam menggunakan silah pada setiap medan (daerah kota… pegunungan … hutan-hutan dan seterusnya).
Senjata kita dimulai dengan pisau berlanjut dengan senjata-senjata ringan, bahan peledak, racun, mortar, tank dan puncaknya adalah senjata-senjata mutakhir yang dibuat dimasa modern. Mana yang ada pada kita, kita gunakan untuk target yang sesuai dengan senjata tersebut. Ketika senjata pemusnah massal ada ditangan kita, hendaknya bermusyawarah dengan qiyadah tertinggi (Al-Qaidah) supaya mampu menggunakannya dengan baik. Berkenaan dengan senjata-senjaa ringan, seperti: membawa kalasenkof (atau senapan serbu apapun) yang harus dipahami adalah apa fungsi senjata tersebut di medan perang dan metode mengoperasikannya. Adapun senjata PK atau RPG (atau senjata anti tank apapun) yang harus dipahami adalah dimana posisinya yang tepat untuk mensuport saudara-saudaranya yang membawa kalasenkof (AK 47), sebagai perlindungan sesuai dengan taktik untuk masing-masing medan pertempuran.
Demikian juga dengan insinyur mutafajirot (ahli peledakan) menyiapkan ukuran dan bentuk yang sesuai dengan medan dan targetnya sehingga bisa sampai ke tempat tujuan dan berhasil meledakkan tempat tertentu…
Demikian juga dengan pembuat racun, mereka harus membuat jenis yang bermacam-macam, disesuaikan dengan jenis amaliyatnya. Terkadang yang dibutuhkan racun yang disentuh, terkadang yang dihirup dan terkadang yang dimakan. Sebagaimana mereka harus membuatnya dengan bentuk yang bermacam-macam pula disesuaikan dengan model amaliyatnya.
Demikian juga dengan bagian logistik mereka harus membuat tempat-tempat penyimpanan dan mengemasnya dengan baik, sesuai dengan masing-masing senjata agar tidak hilang atau tertinggal disaat pelaksanaan amaliyat.
Demikian juga dengan bagian survey dan reecy harus mampu menghadirkan data dan informasi yang valid tentang target sehingga perencanaanya menjadi matang, dan para eksekutor tidak mengalami pendadakan disaat menunaikan tugasnya.
Yang kami maksudkan dengan model tadrib takhassus seperti ini adalah kemahiran dan kemampuan untuk menyesuaikan penggunaan senjata (apapun jenisnya), untuk keperluan tertentu (apapun keperluannya) dan kejelian menyimpannya juga kemahiran dan kepekaan saat membawanya sehingga sampai ke tempat target dan pelaksanaan amaliyat.
·         Menciptakan keterampilan yang sesuai untuk masing-masing medan
Tiap-tiap medan ada seninya tersendiri dan keterampilannya yang mendasar, yang bisa meminimalisir kerugian di pihak kita, dan mampu menciptakan surprise terhadap perangkat-perangkat musuh serta membantu mewujudkan kemenangan di medan tempur. Yang kami maksudkan dengan keterampilan-keterampilan di medan adalah kemampuan untuk bertahan hidup di tempat tersebut juga mampu bergerak dan bermarkas dengan baik ditempat tersebut dengan menggunakan semua bentuk penyamaran dan kamuflase yang sesuai.
Daerah seperti padang pasir misalnya, memiliki sikon dan tabiat tersendiri yang mengharuskan adaptasi agar bisa bertahan hidup di tempat itu disebabkan minimnya . Hamparan daerahnya yang luas membutuhkan satu bentuk kamuflase dan penyamaran yang sesuai, sebagaimana membutuhkan metode khusus untuk bergerak menyesuaikan waktu yang tepat untuk menghindari terik matahari, juga membutuhkan bentuk camp yang sesuai untuk menghindari kegiatan pengintaian.
Wajib bagi mujahidin untuk mendalami keterampilan-keterampilan seperti ini dari kitab-kitab, para pakarnya dan orang-orang yang sering menggelutinya. Mereka juga wajib untuk melakukan tadrib untuk membiasakan keterampilan ini sehingga mereka tidak kaget ketika melakukan pekerjaan yang sesungguhnya.
Medan amaliyat kita amat banyak, karena kita adalah umat yang besar, sebagiannya di pegunungan, sebagian yang lain di padang pasir, di hutan-hutan, di daerah pertanian, di daerah perairan dan ada pula yang di perkotaan. Selayaknya mujahidin kembali menelaah experimen-experimen yang sudah ada, untuk mengetahui bagaimana penduduk daerah masing-masing ground menguasai medannya dan mampu mengepung musuh-musuhnya… Afghanistan, Somalia, Vietnam dan seterusnya…
Berkenaan dengan medan perkotaan, yang terpenting menelaah kembali experimen perlawanan di Beirut, mengkaji dan mengenali keterampilan- keterampilan yang digunakan saat itu.
Sekarang sudah ada dilembaran-lembaran internet bahasan yang dinukil tentang keterampilan bergerak dalam kota dengan judul Harbusyawari', didalamnya dipaparkan materi yang sangat bagus dan bermanfaat. Bagi para ikhwan untuk mempelajarinya dengan menjadikan hal tersebut sebagai contoh perbandingan. Sebenarnya buku tersebut ditulis oleh salah satu negara, para mujahidin bisa mengambil materi yang sesuai dengan urusan dan pekerjaan mereka.
Catatan:
Aku diberi tahu oleh para ikhwan yang datang dari Afghanistan pada tahun-tahun terakhir dimana mereka menukil ucapan pahlawan yang syahid Jum'ah Baya tentang satu ilmu yang bermanfaat lagi berbahaya… Yaitu bahwa tank-tank yang disiapkan untuk mengcover pasukan terkadang tidak mempan dengan tembakan RPG akan tetapi bom Molotov mampu membakarnya dengan sempurna… Ilmu ini di dapat dari pengalaman jihad di Tajikistan.
·         Kemampuan untuk memenej amaliyat
Hendaknya para ikhwan belajar dan mengkaji serta menemukan pengalaman-pengalaman tempur, jika tidak demikian mengapa teori-teori panglima Sa'duddin Asyadali begitu penting bagi komandan-komandan senior dan para ahli perencanaan perang .
Dikarenakan beliau mempunyai kedudukan tersendiri yang diraihnya melalui spesialisasi, praktek dan keberasilannya dalam membuat perencanaan dan memenej perang sepuluh Romadlon… Beliau tidak dilahirkan sebagai seorang besar, melainkan hanyalah seorang komandan biasa yang secara bertahap melakukan praktek lapangan sampai akhirnya menjadi panglima tentara Mesir di medan perang … Dalam perang ada tokoh-tokohnya, dalam kondisi damai ada pula tokoh-tokohnya.
Diantara faktor keberhasilan adalah ilmu dan amal… Maka kita wajib bersegara untuk mempelajari ilmu-ilmu asykari, mengalokasikan waktu untuk hal itu dan mempraktekkannya untuk melawan musuh-musuh Allah… Setiap orang yang bekerja sebagai tentara dan mempunyai hubungan kerabat dengan pemuda muslim harus segera didakwahi agar mau bersama mujahidin dan menjadi pengajar bagi mereka…
Bertahap dalam beramal adalah kunci sukses…ketika al-qaidah melakukan amaliyat besar untuk pertama kalinya, umurnya lebih 10 tahun…hanyasaja selama 10 tahun tersebut, mereka mampu menciptakan pengalaman-pengalaman yang pada gilirannya setelah mereka mampu, menjadi modal untuk mengelola agenda-agenda perang dan amal-amal yang besar. Atas dasar ini para ikhwan wajib bertahap dalam melakukan amaliyat sampai memperoleh pengalaman yang banyak…. yang pada gilirannya mereka akan mampu untuk memimpin amaliyat yang besar atau operasi-operasi militer yang besar.
Kekeliruan para ikhwan dalam amaliyat yang kecil masih mungkin dibenahi dan diatasi dampak-dampaknya…adapun dalam amaliyat yang besar tidak mungkin bisa dihindari dampak-dampak kesalahan tersebut. Hendaknya para ikhwan memulai belajar perencanaan dengan target-target yang tidak di jaga oleh musuh, kemudian bertahap meningkatkan target demi target…Janganlah sekali-kali seorang diantara kalian meremehkan kebaikan sedikitpun. Sesungguhnya melempar tempat-tempat orang Amerika atau persekongkolan Yahudi-Salibis adalah perkara penting dan diharapkan dan surat politis yang memiliki makna tersendiri selain hal tersebut mudah dikerjakan … maka bagaimana perasaan kalian dengan munusuknya pakai pisau atau membakar perseroan-perseroan dan harta-kekayaan mereka juga mengintai mereka disetiap tempat.
Kemampuan mengelola amaliyat yang besar adalah buah dari keberhasilan melaksanakan amaliyat yang kecil.
KEDUA : KEPEMILIKAN PERSENJATAAN DAN AMUNISI BERIKUT PENYIMPANANNYA
Tujuan pokok kekuatan Zionis - Salibis di Somalia, Afghanistan dan Irak adalah melucuti persenjataan yang ada di tangan rakyatnya,untuk mengubah rakyat menjadi sekelompok manusia yang terampas irodahnya dan bisa di giring sesuai dengan kemauan tuannya menuju tempat-tempat penyembelihan.
Sesungguhnya peristiwa-peristiwa yang memilukan yang terjadi di negeri-negeri islam, atau lebih tepatnya di daerah-daerah yang kaya minyak milik umat islam, semakin menguatkan bahwa umat yang terlucuti senjatanyaa adalah umat yang diperbudak…hanya bisa berpangku tangan di tengah rakyatnya, dan para perampaspun dengan leluasa menduduki wilayahnya. Pada masa lalu laut merah adalah perairan islam yang tidak dimasuki kapal-kapal orang kafir dan terhitung sebagai garis pertahanan yang strategis bagi tanah haram….. tapi sekarang……kekuasaan telah berubah dan zamanpun berganti…setelah sekian lama kita menjadi umat mujahidah yang memanggul senjata, mampu melindungi dan sanggup menggentarkan musuh-musuhnya…tibalah masanya sekarang ini bangsa yahudi merampas perairan islam dan menguasainya….bukankah bangsa yahudi sekarang yang memerintah dan melarang di tempat tersebut?....satu suku yang hanya beberapa juta orang berkuasa di lautan manusia arab yang jumlahnya lebih dari 300 juta …..bukankah terusan suez berada di tangan Amerika…Pintu Mandib jatuh ke tangan perancis…Selat Hurmuz dikuasai Amerika dan Inggris…selat jabal thoriq dikuasai oleh Inggris….bukankah semua ini pintu-pintu perairan islam?..siapa sekarang yang menguasai?...yang mengatur siapa yang boleh masuk dan yang boleh keluar?
Akan tetapi tidak boleh menyerah…umat harus kembali memanggul senjata, pemandangan senjata di rumah-rumah kita harus menjadi hal biasa bukan sesuatu yang asing. Bahkan hal itu merupakan satu ciri setiap rumah seorang muslim . Sebagaimana di Yaman, Afghanistan dan Beberapa suku di Pakistan….Supaya hal tersebut bisa terealisasi hari ini….kita harus membeli senjata dan menyimpannya serapi dan serapat mungkin….dan jangan lupa membeli amunisinya dalam jumlah yang besar….
Kita harus bisa mendapatkan senjata baik yang ringan maupun yang berat, juga harus menaruh perhatian terhadap bahan-bahan peledak, karena hal-hal tersebut adalah sesuatu yang mengentarkan yang bisa menciutkan nyali orang kafir dan merampas rasa aman dari diri mereka….semoga Allah memuji Al-Qaidah di hari mereka menggunakan persenjataanya dan mengarahkan pandangan umat tertuju untuk menembak dan mengarahkan anak panahnya kepada musuh ini….musuh ini….yang telah memecah belah kita, membuat permusuhan dan peperangan sesama kita kemudian dia duduk dan tersenyum bersantai menikmati hasil alam kita….semoga Allah memuji Al-Qaidah di hari mereka meledakan dua kedutaan di Nairobi dan Darussalam ….Semoga Allah memuji mereka ketika meledakan Hotel Mumbasa
Kita juga harus berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan senjata-senjata anti pesawat dan anti tank apapun caranya dan secepat mungkin waktunya….Kita harus mengambil faedah dari kejadian di Palestina, karena di sana ada intifadhah yang ksatria yang dilakukan oleh rakyat dan jamaah-jamaah jihad, mereka mempersembahkan dan melancarkan demonstrasi, pemogokan, amaliyat, …. Syuhada…kemauan yang tulus dalam berkorban dan bertumbal…upaya yang maksimal dari rakyatnya dan kesungguhan yang luar biasa dari jamaah-jamaah islam dalam melaksanakan amaliyat yang ksatria serta usaha untuk membangkitkan irodah rakyat palestina meskipun amat kuat tekanan yang menghimpit mereka…..Akan tetapi di sana ada kelemahan untuk mendapatkan senjata….Keinginan perang ada, visi politiknya jelas…kebutuhannya adalah pada senjata yang mampu mengembangkan intifadhah dan mampu mengimbangi musuh pada fase-fase penting berikutnya, sehingga bisa sampai kepada tujuan yang diharapkan. Inilah kendala yang dihadapi intifadhah sekarang ini….Yang kumaksud bukan sekedar mendapatkan mortar yang bisa ditembakan ke target yang lebih jauh, tapi adalah senjata-senjata anti tank dan anti pesawat….Senjata-senjata inilah yang mampu mengusir keluar pesawat musuh dari medan peperangan…
Akan tetapi jangan membeli Sam 7, karena tidak layak sama sekali, kita telah lihat kemampuannya di Chechna, Afghanistan dan Mumbasa
KETIGA : PEMBENTUKAN SKUAD-SKUAD (KELOMPOK-KELOMPOK OPERASI) KECIL
Kita telah belajar dan memegang senjata, akan tetapi satu tangan saja tidaklah genap….sehingga kita perlu menyempurnakan persiapan untuk mulai beramal…..Kita harus membentuk kelompok-kelompok askari kecil…..Kita batasi target-target yang dijadikan sasaran.
Masalahnya bukan sulit tapi rawan, oleh karena itu kucukupkan sampai di sini dulu, akan tetapi akan kujelaskan secara terperinci pada risalah selanjutnya.