Follow by Email

Selasa, 28 Februari 2012

Jabhah Nushrah Suriah merilis video operasi Jihad Suriah Februari 2012

(Arrahmah.com) – Kelompok jihad Suriah, Jabhah Nushrah (Front Pembelaan Islam Suriah) melalui yayasan media Al-Manarahal-Baidha’ pada bulan Rabi’ul Awwal 1433 H bertepatan dengan pekan ketiga bulan Februari 2012 M merilis video operasi jihad di Suriah. Video berdurasi 4 menit 26 detik itu diberi judul ‘Ghazwat ats-Tsa’ri li-Harair asy-Syam’ (Serangan balasan untuk membela para wanita merdeka negeri Syam).
Jabhah Nushrah mengaku bertanggung jawab atas serangan yang menghantam markas militer pengawal rezim Suriah di kota Alepo tanggal 10 Februari 2012 yang lalu. Dalam pernyataannya, pimpinan umum Jabhah Nushrah, Al-Fatih Abu Muhammad al-Jaulani hafizhahullah, mengatakan operasi serangan itu dimaksudkan sebagai balasan atas kebiadaban militer rezim Suriah yang membantai ribuan kaum muslimin di propinsi Homsh.
Syaikh Abu Muhammad al-Jaulani hafizhahullah mengingatkan beberapa poin penting;
Pertama, putra-putra kaum muslimin sebenarnya memiliki kemampuan untuk membela diri dan melindungi diri, dengan pertolongan Allah. Oleh karenanya setiap muslim yang tulus dan jujur hendaknya menguatkan sikap tawakal kepada Allah dan percaya kepada kemampuan dan kekuatan dirinya.
Kedua, merasakan mulianya kemenangan dengan menerjuni kancah peperangan setelah umat Islam di Suriah ditindas dan dihinakan oleh rezim Nushairiyah selama beberapa dekade.
Ketiga, operasi yang sukses ini telah meruntuhkan dongeng tentang kehebatan rezim dan kekuatan militernya yang terlatih dan  tak terkalahkan.
Keempat, peringatan kepada unsur-unsur militer rezim yang membombardir dan membantai kaum muslimin, bahwa mereka akan menemui nasib yang sama dengan kawan-kawannya yang tewas oleh serangan mujahidin, selama mereka tidak meletakkan senjata dan membuang magazine pelurunya, yaitu selama mereka masih menindas kaum muslimin dan membela rezim Nushairiyah.
Kelima, setiap bombardir militer rezim Nushairiyah terhadap kota, kampung, dan distrik manapun akan dibalas oleh mujahidin dengan serangan terhadap unsure-unsur rezim.
Sebagai penutup pernyataannya, syaikh Abu Muhammad al-Jaulani hafizhahullah menjanjikan nyawa kelompoknya akan dipertaruhkan untuk membela nyawa kaum muslimin Suriah.
Video kemudian menampilkan kebiadaban militer rezim Nushairiyah yang membombardir kota-kota dan kampung-kampung. Reruntuhan bangunan, kehancuran total, korban gugur dan luka parah berceceran di mana-mana. Militer, polisi, dan milisi Syiah Syabihah menangkap dan menyiksa para demonstran di jalan, dan memaksa mereka untuk menyembah foto sang jagal taghut Bashar Asad. Jika siksaan di jalanan sedemikian keji, bagaimana lagi dengan penyiksaan terhadap ratusan ribu warga muslim yang mereka sekap di penjara-penjara militer dan penjara rahasia?
Ummu Abdullah, seorang wanita di sebuah kampong di propinsi Homsh menuturkan kesaksian pilunya. Suaminya gugur oleh kebiadaban militer. Militer rezim Nushairiyah menggerebek rumahnya, merusak barang-barang, dan berdalih mencari senjata. Anak satu-satunya, Abdullah, ditangkap dan disiksa di depan matanya. Mereka membunuh anaknya di depan matanya. Mereka menanyakan nama anaknya, dan ketika dijawab ‘Abdullah’, mereka membentak-bentak dan mengatakan ’namanya harusnya Abdu Asad, Abdu Bashar, Abdu Mahir’. Lima orang tentara rezim itu merenggung hijabnya, mengoyak-oyak pakaiannya, menyulut kulitnya dengan rokok, dan memperkosanya! Peristiwa itu terjadi pada hari Jum’at, 6 Mei 2011, jam 3 siang.
Ratusan wanita muslimah lain di Homsh mungkin mengalami peristiwa tragis serupa di tangan militer, polisi, dan milisi Syiah yang memendam dendam ratusan tahun terhadap kaum muslimin Suriah. Ribuan anak-anak, wanita, dan laki-laki yang mereka bantai di propinsi Homsh, Alepo, Himah, Idlib, Damaskus, dan lainnya adalah bukti nyata atas kebiadaban kaum Syiah Nushairiyah tersebut.
Syaikh Abu Muhammad al-Jaulani hafizhahullah mengingatkan kaum muslimin Suriah bahwa kebiadaban rezim Nushairiyah Suriah hanya bisa dihentikan dengan perlawanan senjata. Mujahidin kelompok Jabhah Nushrah mulai merencanakan serangan terhadap kekuatan militer rezim Suriah. Dimulai pemilihan target, survei dan investigasi lapangan, pembuatan bom, dan persiapan akhir.
Abu Barra’ asy-Syami, pelaku aksi bom syahid dalam serangan ini menyampaikan ucapan perpisahan. Ia melakukan aksi ini sebagai jawaban atas panggilan Ummu Abdullah dan ratusan wanita muslimah lainnya yang diperkosa dan keluarganya dibantai di Homsh, Alepo, Himah, Idlib, Zawiyah, dan seluruh wilayah Suriah lainnya. Ia mengajak kaum muslimin untuk bergabung dengan mujahidin Suriah demi membela dien Islam dan kaum muslimin dari penindasan rezim Suriah, dan antek-anteknya Iran, Israel dan Barat.
Pagi hari tanggal 10 Februrari 2012, Abu Barra’ asy-Syami menabrakkan dan meledakkan mobil bermuatan penuh bom ke tengah bis militer rezim Suriah dan milisi Syiah Shabihah di propensi Alepo. Puluhan tentara rezim dan milisi Shabihah tewas dan luka berat, sementara puluhan sisanya lari berhamburan dengan panik dan histeris. Semoga Allah menerima Abu Barra’ asy-Syami sebagai syahid di sisi-Nya.
Ranjau yang dipasang oleh mujahidin Jabhah an-Nushrah juga berhasil meledakkan beberapa bis militer, kendaraan patroli militer, dan kendaraan perwira militer rezim Suriah, sehingga menewaskan banyak tentara rezim Suriah. Mujahidin juga membatalkan peledakan ranjau meski target musuh telah masuk ‘killing area’, karena pada saat bersamaan sebuah kendaraan warga sipil melewati jalan yang sama. Inilah bukti mujahidin hanya menghantam target militer rezim, dan melindungi warga sipil muslim.  
Untuk konsolidasi operasi jihad, syaikh Abu Muhammad al-Jaulani hafizhahullah telah menyerukan kepada kaum muslimin di Suriah untuk bergabung. Sebagai jawaban atas seruan tersebut, penduduk di beberapa daerah seperti Ghauthah Barat, Damaskus,dan Alepo menyatakan berbaiat dan bergabung dengan kelompok jihad Jabhah an-Nushrah.
Mujahidin Jabhah an-Nushrah tampak berpawai di tengah masyarakat, mengumumkan perekrutan dan baiat beberapa daerah, serta menerima dukungan luas masyarakat di jalanan Damaskus, Alepo, Idlib, Homs dan kota-kota lain. Video ditutup dengan tadrib (latihan militer) yang diikuti oleh mujahidin Jabhah an-Nushrah. Semoga Allah menyatukan kaum muslimin dan mujahidin Suriah, meneguhkan langkah mereka, memenangkan mereka, dan menghancurkan rezim Nushairiyah dan sekutu-sekutunya.

Link Download 
Password digunakan untuk semua link:
kode:
B9bFJKrb2we47wWUqYUeT6fjd0aR9OpfCo0E3U2V
High Quality
512.96 MB
بصمة MD5 الرقمية
4452a48303b51b9b329ee3f44e58003b
Kualitas Sederhana158.32 MB
بصمة MD5 الرقمية
423c8efb778f5cd44991c1cad7fbeaf1
Kualitas Sederhana64.87 MB
بصمة MD5 الرقمية
4a40955b726bf83f2bddb053075e8899
Mobile Quality(untuk hp)
96.27 MB

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar